IBX5980432E7F390 Kumpulan Puisi

Articles by "Kumpulan Puisi"

10 orang agama android antivirus antivirus 2017 antivirus gratis 2017 Backlink bahasa indonesia Beasiswa Belajar Hacking Berkualitas bootloop cara instal cara instal McAFEE catatan Catatan Seorang Pejalan Cerita Cerpen CIREBON Deface Dongeng Bahasa Cirebon Dongeng Bahasa Inggris dongeng bahasa sunda Dork dork 2017 Dork Fresh dork fresh 2017 Download download antivirus download antivirus 2017 Drama Firmware Firmware ADVAN Firmware OPPO Firmware Samsung Flash Advan Flash Samsung Fresh 2017 galau gambar Google Drive Harga History History Borobudur history indonesia internasional internet KAIST Global ITTP kerajinan KERATON KASEPUHAN Kesehatan king of Sriwijaya Kingdom koleksi Korea Selatan Kumpulan Firmware Kumpulan Pidato Bahasa Cirebon kumpulan pidato bahasa sunda Kumpulan Puisi Kumpulan Puisi Keagamaan Legenda mastah mencari website vuln mengatasi lemot Nasional naskah naskah Drama Naskah Drama 10 Orang Pemain nembak cewe one of the king of Sriwijaya Kingdom OPPO orang pemain Pidato Bahasa CIrebon Pidato Bahasa CIrebon pidato bahasa sunda plangon Prakarya praktik kerja industri puisi puitis ratu marpuah Resep resep ayam resep ayam bakar script script deface sejarah bali Sejarah Cirebon sejarah indonesia sejarah kerajaan Sejarah Kerajaan Cirebon sertifikat shell deface SMKN 2 Kota Cirebon Spesifikasi sumber Surat terbaik tool hacking tools Tugas Sekolah tupar web vulnerability scanner Tutorial Flash tutorial instal update samsung upgrade upgrade samsung USB Password Recovery Tools video windows 7 windows seven XI Perbankan 2
Showing posts with label Kumpulan Puisi. Show all posts

Cerita, Puisi, Terbaik, Kata Kata Mutiara, Cerpen, rindu, senja, kisah, Dongeng, 2017, galau, tersiksa, pilu, butiran, cahaya,  
Puisi - Tiada Judul Beribu Makna
Puisi - Tiada Judul Beribu Makna

ARTI HADIRKU

Engkau hanya akan seperti bintang malam,
Yang indah ku lihat,
Tapi tak setitik pun cahayamu dapat ku raih
Engkau hanya akan seperti angin
Yang dapat ku rasa hadirmu,
Tapi tak sedikit pun dapat ku genggam
Engkau hanya seperti pelangi,
Yang memberi warna di kelamnya hari ku,
Tapi hanya sesaat....
engkau hanya mimpi indah ku,
yang tak pernah bisa menjadi nyata
engkau tak pernah tau aku,
dan rasa ku untukmu
engkau hanya tau,
aku adalah seseorang yang tak pernah ada dalam setiap ingatanmu
nafasmu,
dan pandanganmu...
yang kau tahu,
aku hanyalah debu yang tak pernah ternilai dalam setiap hadirnya
aku hanya serpihan – serpihan
yang tak mampu menjadi ratu di hati dan hidupmu...

Mencari Rasa Yang Hilang

mentari seakan lelah menyinari bumi
bulan tlah pergi meninggalkan malam
senja pun menghabiskan detiknya tanpa pelangi...
lalu dimana kesetiaan itu,
dimana janji yang tlah diucapkanya...
apakah rasa lelah itu mengalahkan sgla rasa sayangnya....
apakah cinta itu tlah punah tertelan waktu yang terus berlari
lalu,
kemana perginya sgla rasa itu
apakah kesangupan hati dapat menemukan dan merebutnya kembali
namun,
 tak mampu diri ini terbang tanpa sayap darinya
kuasaNya mungkin tak bisa diragukan,
karna,
hanyalah Dia yang mampu menggenggam kedua jemari ini
dan,
menemukan rasanya yang tlah hilang...

KERTAS KEHIDUPAN

Aku terlahir bagaikan kertas putih  yang kosong
Tanpa noda,
Tanpa warna,
Dan tanpa goresan yang tertera
Hingga izinNya membuatku mengukir setiap lembaran dengan indah
Namun aku  sadar,
Tak slalu diri ini merangkainya dengan kesempurnaan
Ada saatnya goresan pahit itu menyertai setiap bait  kisah ini
Ada saatnya rintik hujan pun membasahi setiap syair cerita ini
Dan ada saatnya pudar itu menumpahkan setiap titik warnanya
Takdir mengantarkan langkah ini menuju sebuah arti
Waktu pun memusnahkan setiap ego ini
Menciptakan kekuatan dalam menghadang setiap ombak
Dan menyadarkan aku,
Untuk tak membiarkan setiap kisah itu
menjadi abu yang tak berarti...

AWAN KELABU

Genggaman itu kini tak lagi mampu setia
Belaian kini tlah menjadi  cambukan yang merobek setiap kisah ini
Setiap kehangatannya sudah berubah menjadi kebekuan yang sulit mencair
Langkah pun tak lagi mampu menusuri setiap sisi cahayanya lagi
Lelah,
Satu kata diantara milyaran makna
Yang mampu melukisakan setiap deskripsi  hati ini
Begitukah rasa yang diidamankan setiap insan
Yang hanya memberi akhir yang kelam
Memberi sakit setelah bahagia diciptakanya
Lalu,
Dimanakah aku  harus membuang sgla rasa ini
Rasa yang slalu setia mengikuti jejak hari ku
aku seperti awan kelabu yang malang
yang siap menurunkan setiap tetes kesedihanya pada dunia
dan harap ini,
aku mampu menjadi awan yang bertahan di antara ribuan petir
dan menanti pelangi itu datang kembali
menggenggam erat kembali  dengan kehangatanya
dan memeluk kebekuan diri ini...

TEGAR

Aku ingin tegar,
Disaat ombak itu datang menghadang
Menghancurkan setiap benteng pertahananku

Aku ingin tegar,
Disaat duri itu menusuk setiap relung jiwaku
Membuat ku terluka dengan beribu sakit yang terasa

Aku ingin tetap tegar,
Disaat pandangan itu merendahkan setiap impian besarku
Melihat dengan satu matanya yang penuh dusta

Karena aku yakin,
Meski saat ini aku masih berada di bawah kuasanya
Aku slalu yakin,

Bahwa esok akan mengantarkan aku ke pintu kebahagiaan itu berada...

BIDADARI TERINDAH

Dia melangkah di sepanjang kaki dunia yang tajam
Dia bertahan di tengah keringnya padang kehidupan
Meski sgla pahit itu terasa
Meski  beribu pisau itu menusuk relung jiwanya
Dia mampu berdiri dengan satu keyakinan yang kuat
Bahwa semua akan berlalu,
Dia mampu memberikan pelangi kepada dunia
Tegar itu slalu tumbuh dalam hatinya
Genggamanya mampu mengantarkan pada kebahagianya yang sederhana
Pelukanya slalu mampu memberikan beribu kehangatan pada jiwa yang kelam
Meski kini,
IzinNya untuk dia hanya sampai disini
Senyuman itu kini tlah beku
Canda dan tawanya kini tlah pudar
Semangatnya kini tlah redup
Takdir menghentikan setiap langkah mimpinya
Meninggalkan kenangan indah yang tak terlupa
Sang Bidadari kini tlah pergi
Mengakhiri setiap cerita hidupnya
Dengan kebahagiaan di sisa akhir hidupnya

PUISI GALAU

Engkau hadir tanpa ku mengerti
Dengan membawa satu makna yang sulit ku pahamikau mampu merobak setiap dinding pertahanan ini
Kau mampu menemukan kunci hati ini  yang tlah lama hilang
Menggantungkan satu bintang yang paling bersinar
Kau lukisakan kisah terindah yang tak mudah terhapus oleh sang waktuKini,
Mawar itu tlah berubah menjadi duri yang sangat tajam
Bintang terang itu kini tlah menjadi redup
Egonya begitu tega ,menumpahkan perlahan tinta kepedihan di lukisan indah yang dulu di goresnya
tawanya menari di taman hati ini  yang tlah hancur...
kelembutan yang pernah disentuhnya
kini sepreti retakan kaca
yang  menyeretkan luka pada setiap kisah indah
dan merobek sketsa
yang dulu pernah diukirnya....



CINTA


apa yang kau tau tentang cinta?
Sebuah kata sederhana berarti besar
Apa yang kamu tahu tentang cinta,wahai kaum muda?
Sebuah ketulusan dan kesucian

jika cinta adalah kesucian
junjunglah harga dirimu Nak!
Bukan engkau rusak dengan nafsu sesaat
bukan engkau rusak dengan cinta butamu.

Ya buta!
Kamu sadar anda buta nak,
Anda buta dengan lingkunganmu dengan sosialmu
Bahkan dengan agama dan tuhanMu

Jika cinta adalah ketulusan
Berapa hartamu yang telah kau berikan
Aku harap mencintai apa adanya
Bukan dengan alasan atau ada apanya

Cinta..
Selalu bergetar dalam jiwa ketika bertemu
Tertawa sendiri mengingatnya
Malu-malu seperti anak-anak

Tapi itu cinta pada zamanku
Zaman sekarang status diumbar
Tidak malu membuka aurat
Berpegang tangan dijalan,Ya Tuhan...

Jika kamu cinta dengan dia
Ajak dia menjadi milikmu dan pendampingmu
Dihadapan orang dan menjadi sahmu
Aku akan bangga denganmu nak.


1 pesanku JAGALAH DIA NAK.

PAHLAWAN PENDIDIKAN


Jika dunia kami yang dulu kosong
tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana 

Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi

Itu karena kau yang mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca

Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasib kita bisa dirubah

Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwamu
wahai pejuang pendidikan Indonesia

PAHlAWAN TANPA PAMRIH



Renyuh hati ini..
Ketika kulihat kerutan diwajahmu..
Menatap halus,tertawa kecil
Mengajarkan arti kesabaran

Bagaikan matahari menerangi surya
Yang tiada pernah berhenti
Ibu..bapak guruku
Jasamu sungguh berarti dalam hidupku

Kau mengajarku,kau membimbingku
Disaat aku buta dengan dunia
Disaat mulutku terbungkam dengan mimpi
Takkan ada yang menggantikanmu,Guru

Mimpi yang dulu hanyalah mimpi
Kini perlahan menjadi nyata
Telingaku kini tidak pekak lagi
Mataku sudah terbuka lebar

Tapi,pernahkah aku membanggakanmu guru?
Aku sadar aku hanya membuat susah dirimu saja
Namun sungguh dari hati kecilku
Aku sungguh berterimakasih padamu wahai guruku

Bagiku jasamu tak pernah mengenal pamrih
Bekerja keras mendidikku
Tanpa kekerasan dan egoismu
Tapi dengan cinta lembutmu.


 SURATKU UNTUKMU KARTINI


Dalam hitam gelap
Ketika jiwa berkecamuk
Mimpi seakan hilang ditelan waktu
Takkan ada harapan lagi aku berdiri disini

Masih terngiang saat gemuruh menggelegar
Suara tangisan hati berteriak
Hatiku HANCUR,derajatku HANCUR!
Apakah menjadi wanita harus serendah ini?

Aku berdoa mengharapkan hadirnya pahlawan
Ya! Mungkin itu harapanku atau hanya ilusiku semata.
RADEN AJENG KARTINI ..itulah pahlawanku
Seakan tuhan mendengar doaku dan tangisanku.

Kini,kesempatanku sama dengan pria
Sama dengan lainnya.tanpa perlu direndahkan dan dibedakan
Namun,belum sempat diriku berterima kasih
Kini ia telah gugur,meninggalkan jasa.

Masih adakah seorang kartini dizaman sekarang?
Aku mencari,aku bingung!
Aku mengharapkan sosok kartini lagi TUHAN..
  
Yang berdedikasi untuk wanita
Dan memegang teguh adat
Bukan sekedar Makeup atau kedok belaka
Bukan juga sekedar dunia glamor ataupun entahlah

Inilah suratku untukmu kartiniku

Author Name

Image 1 Title

Image 1 Title

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.